0 di keranjang

No products in the cart.

HORAS

Kisah Sejarah Istana Maimun

Kisah Sejarah Istana Maimun tidak akan pernah habis nya untuk di ulas karena keunikan istana nya dan terutama desain interior di dalam istana yang elok dan indah di pandang

Awal mula nya Istana Maimun ini dibangun sama seorang Sultan Makmun Al- Rasyid Perkasa Alamsyah Pada Tahun 1888. Istana Maimun ini saksi bisu dari warisan kesultanan Melayu-Deli, Istana Maimun ini bercorak berdominan dengan warna kuning yang merupakan Ciri Khas Melayu.

Istana Maimun dibuat atau di bangun di atas tanah sekitar 2.772 m persegi dekat pusat kerajaan melayu-deli, Sekarang bernama jalan brigjen katamso.

Semasa tahun 1946, Istana ini Sekarang di huni oleh para ahli waris kesultanan melayu-deli. Terkadang dalam waktu tertentu, di dalam istana atau di halaman istana terkadang diadakan pertunjukan musik tradisional melayu-deli. Pada Umum nya Pertunjukan tersebut di selenggarakan karena ada perkawanin atau pun kegiatan lainnya.

Para Ahli waris kesultanan melayu-deli sering mengadakan setahun dua kali untuk silaturahmi antar keluarga besar istana.

Istana Maimun ini mempunyai dua lantai yang di bagi menjadi tiga tempat, antara lain bangunan utama,sayap kiri dan kanan. Bagian depan sekitar kurang lebih 100 meter terdapat mesjid yang besar dan mewah bernama Mesjid Al-Maksum yang lebih di kenal Mesjid Raya Medan.

Desain Istana Maimun in kental dengan Model Tradisional Istana Melayu dan di campur dengan model india islam atau moghul terlihat dari lekukan model atap. Desainer Istana Maimun Berasal dari negeri Pizza ( Italia ), Tapi Menurut Sumber dari Wikipedia menyebutkan Desainer Istana maimun berasal dari negeri Belanda yang Bernama T.H Van Erp.

Aneh nya jika kita menelusuri bagian dalam istana juga terdapat perpaduan budaya Belanda juga Meliputi dari Perabotan istana seperti Meja,Toilet lemari, kursi dan bentuk pintu, Pengaruh budaya Belanda terdapat di batu marmer prasati di bagian depan tangga.

Baca Juga : Tempat Wisata Belanja Di Kota Medan Yang Wajib di Kunjungi

Di areal Komplek Istana juga terdapat Meriam Puntung, Konon Kata nya Meriam Puntung adalah penjelmaan adik Putri Hijau yang berasal kerajaan Deli Tua bernama Mambang Khayali yang bentuk nya berubah menjadi meriam karena mempertahankan Istana Maimun dari Serangan Raja Aceh yang Marah akibat dari pinangan nya di tolak oleh Putri Hijau.

Konon Meriam ini Waktu di serang Menembak terus menerus hingga membuat laras nya kepanasan dan pecah menjadi dua bagian. Ujung Meriam bagian Pertama yang terbelah Terpental atau melayang dan menurut kata pemuka adat setempat jatuh di kampung sukanalu tepat nya di kecamatan barus kabanjahe tanah karo, Sedangkan bagian yang tersisa dapat di lihat dan di simpan pada bangunan yang tepat nya di bagian kanan istana maimun.

Kalau kita melihat dari arah Mesjid Al Mashun atau Mesjid Raya Medan mungkin Kurang lebih 200 meter, Dahulu Ketika pecahan meriam belum di simpan serapi seperti sekarang Pecahan meriam ini pernah di curi oleh dukun sakti daerah desa tersebut, Menurut cerita nya, dukun ini mengambil untuk ritual memanggil arwah leluhur.

Di masa sekarang pun meriam Puntung ini memiliki sisa-sisa kesaktian yang dapat berpindah dari posisi semula.

Jika kalian Berminat Datang ke istana maimun terbuka untuk Umum Setiap hari kecuali mau di pakai atau di gunakan oleh para keluarga kesultanan atau sultan itu sendiri, dan biaya masuk ke istana maimun ini dapat terbilang masih murah sekitar Rp.5000/orang.

Di Bagian dalam istana kita bisa menyewa baju adat melayu dan berfoto seperti layaknya bangsawan Melayu pada Zaman dulu. Harga Menyewa baju adat ini Relatif murah berkisar Rp.20.000- 40.000.

Ketika hari libur wisatawan lokal maupun mancanegara membludak datang ke sini apa lagi wisatawan mancanegara dari negeri malaysia yang menurut mereka memiliki nilai historis lebih bagi perkembangan sejarah budaya melayu yang berada di kota medan.

Di bagian luar istana maimun terdapat Kios-kios yang menjual souvenir atau merchandise, Seperti kaos medan ,miniatur istana maimun,gantungan kunci karet berbentuk istana, dan masih banyak lagi. Juga Terdapat kios makanan atau minuman yang bisa membuat kalian semangat untuk jalan-jalan di areal komplek Istana Maimun ini.

Jika kalian ingin datang ke istana maimun ini tidak susah karena berada di jalan brigjen katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.

Istana maimun saat ini di kelola oleh Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid, istana maimun ini masih sering di gunakan oleh sultan deli dan para keluarga nya untuk tempat penyelenggaran acara adat atau kegiatan lainnya. Keberadaan Kesultanan Melyu-Deli ini Masih tetap aktif walaupun tidak mempunyai wewenangan politik karena sudah menjadi dari bagian negara Kesatuan Republik Indonesia.

Putra Mahkota atau Pewaris Sah Kerajaan Kesultanan Melayu Deli sekarang bernama Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam.

Berikut kisah sejarah istana maimun, Semoga Bermanfaat dan selamat berkunjung ke Istana Maimun yang elok dan indah di pandang.

Tulis Komentar