0 di keranjang

No products in the cart.

HORAS

Sejarah Gedung Lonsum Medan

Sejarah Gedung Lonsum Medan – Kembali lagi di blog KotauMedan yang kaos medan nya terunik se-Kota Medan, kali ini mimin akan membahas sejarah gedung lonsum medan yang telah menjadi objek wisata heritage di Kota Medan tercinta ini.

Lokasi berada di jalan Ahmad Yani tepat berada di depan Merdeka Walk. Gedung Lonsum ini cocok dijadikan tempat wisata murah meriah muntah.. hehe.

Karena Gedung Lonsum ini sering sekali dijadikan spot foto selfie atau pun grup yang ingin berfoto berlatar gedung lonsum ini.

Apa Sih Nilai Sejarah Gedung Lonsum ini ?

Pada akhir abad yang ke-19, daerah kesawan yang tadi nya hanya kampung biasa tetapi lambat laun berubah menjadi distrik ekonomi dan komersil di Kota Medan. Jalan Kesawan ini di ramaikan dengan berdirinya kantor perusahaan dagang, kedai,restoran dan bank.

Salah satu peninggalan bangunan dari era kolonial belanda yang cukup terkenal adalah bekas kantor perkebunan Harissons & Crosfield.

Baca Juga : 5 Oleh-Oleh Khas Medan

Gedung ini selesai di bangun pada tahun 1909, bersamaan pas dengan lahir nya ratu juliana (Dutch Royal Family) serta pemiliknya adalah perusahaan perkebunan  karet yang bernama British “Harrisons  & Crosfield ” company yang didirikan oleh Trio Daniel Harisson,smith harrison serta Joseph Crosfield di liverpool dan ditahun 1844 serta bergelut di bidang importir kopi dan teh.

Di akhir abad ke-19 sebelum meningkat nya harga karet di semasa perang dunia ke-2, H&C company tertarik melakukan investasi pada usaha perkebunan karet serta mengoperasikan beberapa perusahaan perkebunan di Srilangka,Sumatra,Papua,Malaysia dan India Selatan.

Seiring perkembangan dan meluasnya usaha perkebunan di bagian sumatra timur yang erat hubungan nya serta di berlakukan ekonomi liberal yang diterapkan dari pemerintah kolonial Belanda. Pihak Pemerintah kolonial pun mengundang investor untuk  membuka lahan sebanyak mungkin dalam perkebunan-perkebunan yang baru di daerah sumatra timur dengan sistem konsesi.

Tentu nya aturan ini sangat menguntungkan bagi pemerintah kolonial karena pajak ekspor bakal meningkat serta menambah pemasukan bagi kas Pemerintah Kolonial. Karena prospek usaha perkebunan di bagian sumatra timur di anggap cukup menggiurkan. H&C yang pada dulu nya fokus di perkebunan karet, seiring waktu merambah ke bidang usaha lain nya juga sperti coklat,kelapa sawit,kopi dan teh. Perkebunan H&C diantara nya berada di Pematang Siantar,Tebing Tinggi dan daerah lainnya juga.

Baca Juga : Sejarah Titi Gantung Medan

Selain usaha perkebunan, H&C juga sudah berinvestasi dalam bidang usaha pembalakan kayu di kalimantan (borneo), H&C menggandeng British North Borneo Co. serta kemudian membeli salah satu perusahaan pemain utama yaitu China-Borneo Co.

Seiring zaman usaha perkebunan dan pembalakan kayu sudah tidak menjajikan lagi, di era tahun 1960-an H&C mulai beralih investasi ke perkebunan kelapa sawit di kalimantan serta kemudian membeli saham tiga perkebunan kelapa sawit yang besar di malaysia.

Di tahun 1982, H&C menjual saham nya ke Sime Darby yang juga merupakan investor utama di perkebunan kelapa sawit di malaysia serta pada tahun 1994 H&C menjual semua aset dan saham perkebunan nya yang di sumatera kepada London Sumatra Plantations Ltd ( PT. London Sumatra Tbk). Dan pada akhir nya Gedung Julianan ini menjadi kantor London Sumatra Tbk serta menjadi kantor British Konsulat dan perpustakaan British council.

Baca Juga : Tempat Wisata Kuliner di medan yang Wajib Dikunjungi Part 1

Fakta Gedung London Sumatra

Gedung Bergaya Arsitektur London

Gedung ini bisa kita lihat di zaman sekarang yang pengaruh bergaya eropa yang dapat terlihat dari bentuk jendela di sisi kanan dan sisi kiri. Sementara yang bergaya arsitektur kolonial belanda dapat terlihat dari bentuk jendela yang panjang serta lebar plus tiang-tiang besar di bagian depan pintu masuk. Apabila kita melihat model nya, mayoritas kita pasti tahu apabila model gaya bangunan ini mengadopsi gaya arsitektur rumah-rumah di london di era abad 19-19.

Pemilik Fasilitas Lift pertama Kali

Gedung Lonsum ini gedung yang pertama di medan yang sudah memakai teknologi lift dalam memudahkan pengguna bangunan yang berlantai lima ini. Lift yang digunakan ini sejak tahun 1910 dan sampai sekarang masih berfungsi dengan baik. Dalam perawatannya dilakukan setiap hari sabtu saja, dan bahkan setiap tahun nya teknisi langsung dari inggris didatangkan.

Sekian sudah Artikel Sejarah Gedung Lonsum Medan, semoga gedung ini tetap di rawat agar kelak anak dan cucu kita dapat melihat bagaimana indah nya gedung ini di masa depan, Semoga Suka Dan Terima Kasih.